Rabu, 13 Februari 2013

Dreams, Terrible Ones and Awesome Ones

fellas, gue mau cerita nih tentang mimpi gue semalem. yang gak mau baca, mending close tab aja deh! *Tiba-tiba semuanya ngeclose tab* *forever alone* *okesip*

hmm, gini... jadi semalem itu gue mimpi, entah buruk atau apa, dan bener-bener ngejutin! jadi gini, gue gatau gimana awalnya (karena emang gaada orang yg bisa inget bagaimana mimpinya bermula), tapi bagian yg gue inget adalah bagian dimana gue disuruh ngerjain tugas kelompok sama guru fiksional, guru ciptaan mimpi gue yang, barangkali, gapernah nyata. gue entah kenapa sekelompok sama temen-temen deket gue, yang jelas-jelas bukan anak X.6. dan gue juga sekelompok sama... itu, iya itu, *ahem* mantan *ahem*, yang setelah kita brekap (baca : break up) kita gapernah ngejalin komunikasi lagi. nah, di tugas kelompok itu, gue sekelompok disuruh maju ke depan gatau buat apa. di depan, awalnya si "ITU" mukul pundak temen gue, (ya, "temen gue" disini gue gatau siapa. mungkin seseorang dari masa lalu atau masa depan, entahlah..) dan temen gue itu mukul GUE. setelah itu gue mukul pundak si "ITU" tanpa sadar... yaiyalah tanpa sadar, kan mimpi -_-. oke lanjut, setelah itu dia mandangin gue dengan tampang aneh, lalu kemudian dia senyum. dia megang pundak gue dan... kita nge-brofist. trus apa anehnya? yaa, anehnya adalah disini semuanya tampak nyata, nggak kayak mimpi-mimpi gue sebelumnya. mimpi-mimpi gue sebelumnya selalu mimpi absurd yang gak berujung sampe gue bangun. tapi mimpi ini, setelah mimpi ini selesai gue denger ada suara orang manggil nama gue. suara si "ITU"... lalu kemudian gue bangun, tepat jam setengah 6, jamnya gue bangun.

gue gak tau mimpi ini cuma sekedar mimpi, atau penggambaran masa yang akan datang. kemungkinan kedua itu kayaknya sedikit nggak mungkin banget, tapi gue cuma bisa berharap. gue nggak tau kenapa best friend gue, Aldo, bisa ada di kelas gue, sekelompok sama gue di tugas kelompok. kayaknya disini gue udah nggak kelas X lagi. mungkin kelas XI atau XII, entahlah. atau mungkin, mimpi ini bisa juga jadi pertanda buat gue, mungkin gue emang harus maintain komunikasi gue sama dia, atau... atau... atauah -__-

I think I'm done here, I have to press my brain real hard to remember all those details. And I think I have to press my memory harder to remember everything. I have to know what is this dream all about. Is it a warning, a picture of the future, or only an ordinary dream? I don't know, I have to think, I have to...

That's all for now, see ya~

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Yes. Any comments are acceptable. Except ads. No ads. NO FUCKIN ADS.