Senin, 20 April 2015

OLYMPUS, OJO LALI SAMPE MAMPUSSS

JADI HARI INI, BARUSAN, GUE PULANG DARI SEBUAH ACARA YANG DISEBUT PERPISAHAN ATAU PEMBEKALAN.

AND

IT

WAS

EP.., no, biasa aja sih.

LOL JK NO IT WAS EPIC, kinda.



Jadi semua berawal pada hari Minggu pagi, di Islamic Center. Pukul 5;30-an, gue tiba di parkiran IC dan melihat berbagai macam jenis bis; ranging dari yang ber-WiFi sampe yang berkamar mandi. Pertama kali, gue ketemu Ciko. Gue nitip koper dan jas lalu muter muter nyari temen gue yang lain. Beberapa menit kemudian, mereka mulai bermunculan dan bis kelas gue pun diketahui lokasinya. Lanjut lah masukin barang ke bis. Di atas bis (di dalem, terserahlah) gue mulai menyesuaikan diri dan bantu bantu ngambil air minum. Setelah semua kelar dan beres, dan semua anak kelas komplit, kita berangkat.

Di perjalanan menuju Saung Angklung Udjo, entahlah, ndak ada yang aneh aneh seinget gue. Cuma gue sama Ciko aja nyanyi nyanyi sambil nonton CD mixtape lagu baratnya pak supir bis. Sesampainya di Saung Udjo, kita nonton pertunjukan as usual. DAN DI PERTUNJUKAN ADA ANAK KECIL CUBANGET sampe sampe Dubai nggak tahan. Untung gue terus mengingatkan. DAN GUE KETEMU STAR LORD DAN JOHN HAMMOND. Lo tau John Hammond? Yang bikin Taman Jurasik. Engga sih cuma mirip doang hehe. Lalu habis nonton, makan. Habis makan, jalan lagi. Dan di sini lah semua mulai menjadi kacau.

[Music intensifies]

Di bis, si pak supir memutar mixtape yang more or less 100 degree bedanya. Mixtape dangdut for fuck's sake. Dan pada point ini, yang nyanyi udah bukan gue sama Ciko, tapi Ipeh sama DE dan Fajar, yang somehow apal lagunya. Not gonna ask, tho. Tapi ya setidaknya bis ramai. Sempet latihan buat penampilan di panggung perpisahan juga, meskipun ruangnya terbatas. Beberapa kilometer kemudian, bis kembali sepi. Semua anak tidur dan gue nggak bisa tidur samsek. Sendirian, melek, gajelas ngeliatin pemandangan yang sangat-bukan-Bekasi.

Lalu, SAMPAI HOTEL. Nothing unusual, kunci kamar dibagikan, masuk kamar, beres beres, boom! Jadi deh kamar kos untuk gue, Ciko, Fajar, Adit, dan Shole. Untuk menertibkan kamar kos kami, ada beberapa peraturan yang dibuat. Gue lupa lengkapnya, tapi ini beberapa yang sangat penting.
1. Nggak ada yang boleh ngisengin orang di kamar mandi
2. Kunci kamar harus dibawa sama orang yang di dalam kamar mandi. Karena, kalo yang lain buru buru, yang terakhir mandi dikasih tanggung jawab ngunci pintu
3. Ciko kalo ketauan kentut sembarangan bakal dihajar. Karena kentut Ciko hampir membunuh gue secara harfiah. DAN BAU DEODORANT BODY-SPRAY PUN TIDAK BISA MENGALAHKAN BAUNYA.

Setelah settling down, mulai lah kita berkunjung ke kamar kamar lain. Nggak penting sih, karena kamar anak sekelas sama sama ora mutu semua.

Setelah semua selesai kelar dan done, beberapa anak mulai berkumpul di kamar gue dan latihan buar perform nanti. Beberapa attempt berlalu, dan hasilnya perfect. Jadi yasudir, kelarin latihannya dan mandi buat siap siap makan dan siap siap acara perpisahan. Makanannya standar hotel, not good tapi not bad. Kelar makan, mandi. Dandan, siap siap, jadi ganteng deh. Cuss berangkat ke tempat acaranya, which is di atas tempat makan persis. Gue dengan was was niggalin kamar dengan membawa laptop, kamera, dan handycam gue karena takut dicuri, thanks to the hotel's current reputation.

Acara formal dimulai. Macam macam ritual seremonial dilalui. Boring, tapi penting. Dibagiin medali juga waktu itu, yang keliatan dari bahannya sih jelek. Sehabis acara formal, datanglah acara hiburan. Kelas gue main ke-5. Sudah panik panik dikit karena Vega nggak kelar kelar dandan abis ngisi acara formal, padahal dia penyanyi utama. Sudah ngelobi mas mas lighting sama sound juga. Semua sangat sempurna. Sampai...

Jadi gini, kelas gue mainin 2 lagu (secara teknis, 4); pertama, medley As Long as You Love Me - Beauty and the Beat - Counting Stars, dan kedua, Ingatlah Hari Ini. TAPI kelas yang tampil ke-2, memainkan lagu Ingatlah Hari Ini JUGA dan kita mulai was was. Ditambah lagi, as I stated above, Vega nggak dateng dateng. When our number's up, Vega sudah datang dan gue nyolok laptop gue ke proyektor untuk memainkan video yang gue buat selama berhari hari, menyempurnakan segalanya. Semua sangat sempurnya, Sampai...

Gitar Herdin nggak keluar suaranya. Kami panik. Durasi kemakan, dan akhirnya ngorbanin medley-nya. Pas akhirnya agak bisa, kita mainin lagu Ingatlah Hari Ini. TRUS JADINYA MALAH GARING TAPINYA. Semua udah pada bosen nungguin, nggak ada yang merhatiin videonya, sumbang karena grogi, pokoknya kacau. K A C A U.

Penampilan kita selesai gitu aja. Tepuk tangan pelan seakan mengusir kami dari panggung dengan tidak sabar. Langsung semua down, terutama kru inti yang sudah mempersiapkan semuanya. DAN OF COURSE GUE JUGA DOWN MEN. Menyempurnakan videonya, mendengar lagu yang sama berulang ulang selama berjam jam, tiap malem, hampir gila gue. DAN GAGAL. Mau rasanya lompat ke luar jendela gedung. Sayangnya luar jendela ada gentengnya, jadi pendek banget. Nggak mati entar. Ditambah lagi, penampilan sekelarnya kelas gue malah pada BAGUS BANGET. Pusying, men.

Intinya pada acara ini diselingi foto foto lah. Dan setelah semua kelas tampil, ada sesi foto foto. Nggak penting, karena foto foto nggak bisa digambarin pake kata kata. Selesai gue foto profil, gue langsung ngambil laptop kamera dan handycam dan lari ke kamar, takut barang gue ada yang ilang. DAN TERNYATA ENGGAK YEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEYYYY. Dompet gue utuh isinya, begitu pula tas gue. Saking stressnya gue, gue sampe tidur tiduran di koridor hotel, nyanyi nyanyi teriak teriak mengganggu, dan lain lain. Gue menggila.

Kegilaan gue selesai juga, meski agak lama, berkat pijatan Adit. Dan semua sudah normal. Gue nggak tidur dulu, dan main ke koridor depan kamar DE bareng Fajar. Out of the blue, Fajar ngambil selimut dan menggelarnya bak sebuah tikar. Walhasil kami yang saat itu disana; gue, Fajar, DE, dan Mamir langsung duduk begitu saja tidak peduli kata orang. Lalu mulai bermunculan Vega, Maning, Ipeh, Vika, Adit, yang ikut meramaikan suasana disaat gue makan Pop Mie yang gue "seduh" dengan air dispenser yang belom panas. Lalu gue makan sebungkus besar kacang. Lalu Ipeh memberikan Pop Mie miliknya yang beneran diseduh air panas ke gue karena nggak abis. Menit berlalu, tongkrongan bubar dan kami kembali ke realm masing masing.

Gue dan Adit nggak memutuskan untuk tidur dulu, melainkan melakukan some Paranormal Activity-esque activity. Ngerekam hotel dengan handycam gue. Dan gue agak takut karena gue baru saja makan Pop Mie yang bisa dibilang mentah, dan gue sakit perut. Kalo ketemu setan, bisa keluar isi perut gue lewat bawah. Tapi untungnya nothing happened.

Adit lalu berusaha tidur, dan Fajar minta dibangunin jam 5. Saat itu sekitar pukul 4 pagi, ketika Ciko datang masuk kamar dan hampir membunuh kita semua. Ciko datang disaat gue lagi boker, nyuruh gue cepetan karena dia mau boker juga. Okelah, dia boker. Lalu Pedik dan kawan kawan Ciko datang entah ada angin apa. Lalu gangguin Ciko di kamar mandi, lalu keluar lagi. Sekelarnya si Ciko boker, gue berniat membersihkan lantai kamar mandi dan, kalau saja gue nggak siap, gue bakalan mati dan gabisa ngetik post ini. IT SMELLS LIKE SOMEONES BEEN EATING SOME DEAD SEWER RATS AND TAKE A HUGE DUMP IN A FUCKING DUMPSTER. Baunya hampir membunuh gue. Dan gue gajadi bersihin lantai. Jam 5 datang, gue bangunin Fajar dan Adit tapi mereka nggak bangun, yaudah gue tidur.

jam 7, kami bangun hampir bersamaan. Tanpa basa basi, gue nyuruh Adit baca rundown dan ternyata itu waktunya makan. Without hesitation, kami ke tempat makan dan, obviously, makan. Kelar makan, mandi dan packing. Lalu jalan menuju Kawah Putih where shit was so cash.

Sepanjang perjalanan seperti biasa gue dan Ciko nyanyi. Gue sambil makan kacang yang dari semalem nggak abis abis. Belum sampai di Kawah Putih, hampir semua orang tidur. Gue bangun sendirian dan nyanyi sendiri kayak orang gila. Sayangnya sesampainya di Kawah Putih, HUJAN. Rada mager juga jadinya.

Ke puncak Kawah Putih naik semacem angkot gitu dan itu, bisa dibilang, hal paling menyenangkan di Kawah Putih. Pas naik angkot itu, ujan udah agak reda. Tapi pas sampe atas malah deres brengsek bener. Ga bawa duit pula, jadi gabisa nyewa payung. Setelah nunggu di halte angkot agak lama, muncul rombongan Uki DE Qantas Herdin Fajar Fadil Isal yang baru turun, dan katanya di atas ngga bisa ngapa ngapain karena hujan. Lalu datang Kintan Ipeh Vika dan Mamir, yang ikutan nunggu ujan berhenti, kecuali Kintan yang turun duluan naik angkot. DAN HUJAN AKHIRNYA BENERAN BERHENTI, naik deh ke kawah putih foto foto.

Kelar dari Kawah Putih turunnya juga naik angkot, DAN SANGAT MENYENANGKAN. Bersama DE, Raka, Dubai, Qantas, Fadil, Mamir, Ipeh, dan Vika, kami teriak nggak jelas bak naik Halilintar (meskipun yang teriak cuma gue sama DE). Turun dari angkot, naik ke bis. Laper, gue, DE, dan Vega beli jagung bakar. Sebiji 8rebu, beli 3 20rebu. Nawar. Yey. Lalu balik ke bis lagi, dan CUSS jalan. As usual, di bis gue dan Ciko nyanyi. Kali ini diramaikan suara anak belakang; Ipeh Vega DE dan Fajar, dan entah siapa lagi. Sempet nyanyi Ingatlah Hari Ini juga demi mengingatkan kawan satu bis tentang tragedi perpisahan. Hingga akhirnya kita sampe SMANSA dan pulang ke rumah masing masing.

+++++

TERIMA KASIH OLYMPUS UNTUK 2 HARI 1 MALAMNYAAA HEHE terima kasih yang sudah repot repot latihan say hey say hi meskipun hasilnya begitu, makasih buat yang udah latian di kamar gue sampe berantakin kamar, makasih juga buat yang tetep semangat padahal performance surem, makasih buat yang mau ngumpul ngumpul gajelas di atas gelaran selimut fajar di tengah tengah koridor sambil makan pop mie dingin, makasih buat yang mau luangin waktu buat foto foto dan motoin, makasih buat yang nemenin gue sama ciko nyanyi nyanyi di bis, makasih juga buat yang tadi nyanyi di bis sampe nangis nangis; vega kintan de mbul ipeh, sabar ya, hidup memang keras. dan MAKASIH POKOKNYA MAKASIH HEHEHEHEHE

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Yes. Any comments are acceptable. Except ads. No ads. NO FUCKIN ADS.