Senin, 15 Juni 2015

Back to Isla Nublar

Okay okay halo halo wan kawan. Movie review time! Kali ini gue mau ngebahas (nge-review) Jurassic World, yang baru saja gue tonton sekitar 5 jam yang lalu. DAN GUE NONTONNYA IMAX, BOSFREN! Menepati janji gue waktu itu.


OKAY, LET'S BEGIN!



First of all, gue mau memulai dengan feel yang gue dapet pas nonton. Yaitu, nostalgic. Apalagi ketika sang dua main character, si adik-kakak, sampe di Isla Nublar. Wow, langsung theme song-nya memberikan perasaan heartwarming. Ya mungkin JP pertama rilis sebelum gue lahir, tapi menurut gue JP adalah childhood gue. Gue kenal dinosaurus dari situ. Gue berani memproklamirkan diri sebagai penggemar dinosaurus berkat JP, jadi ya film ini nostalgic sekali.

Lanjut deh. Story-nya lumayan sih, menyenangkan, fun, dan ada bagian yang thrilling di sana sini. Terutama ketika konfliknya mulai meninggi, yaitu disaat si Indominus keluar pagar. Wow itu seru, men. Apalagi gue nontonnya IMAX. TAPI, ada beberapa hal yang bikin nggak sreg. Cerita JW itu konfliknya berakar sama penyalahgunaan rekayasa genetika yang plotnya udah sering dipake. Jadi gini, kalo lo udah liat trailernya, pasti liat pas si Chris Pratt nge-tame raptor kan? Ya itu mereka berusaha bikin raptor itu jadi tentara. Dan ternyata, si pemimpin InGen itu bikin Indominus bukan buat atraksi JW tapi sebagai percobaan buat dibikin jadi tentara. Nah, klise kan? Sebel jadinya, apa apa kok kaitannya sama perang.

Yang bikin nggak sreg juga, endingnya agak aneh. Jadi si Claire ini mau ngalahin Indominus pake T-Rex, jadi si T-Rex dilepasin. Lalu si T-Rex ngelawan Indominus dibantu raptor. Motif si T-Rex ngelawan Indominus itu jelas, dia mau rebutan jadi yang ada di top of the food chain. Motif si raptor juga jelas, karena disuruh si Chris Pratt. Tapi kenapa si T-Rex nggak makan si raptor, padahal mereka kan nggak bikin suatu aliansi? Dan endingnya, si T-Rex pergi gitu aja, nggak makan manusia yang ada di situ. INI T-REX WOY BUKAN GODZILLA.

Satu hal lagi adalah, Indominus yang kayak hantu film horror Indonesia. Bisa muncul dimana mana. Dan nggak ada yang denger suaranya, not even suara 'bum bum' kecil yang distant. Huft.

Tapi woles, filmnya dalam segi cerita cukup fun dan menghibur.

JW ini cameo-nya dikit tapi banyak, dan homage-nya lumayan banyak. Dikit tapi banyak itu gimana? Gini, ada beberapa cameo yang cuma sekelebatan tapi membangkitkan memori lama. Misalnya, di satu sudut taman ada kerangka Spinosaurus. Dari info yang ada sih, kerangka ini adalah kerangka dari Spinosaurus yang ada di JP3. Terus juga, T-Rex yang ngelawan Indominus. T-Rex ini adalah T-Rex yang sama dengan T-Rex yang ada di JP pertama. Lalu ada Dr. Wu juga, yang meranin masih sama kayak di JP pertama. (Kalo yang masalah Dr. Wu ini, gue agak nggak ngeh awalnya. Baru sadar pas si Shole bilang dan gue cek di IMDb). Ada banyak lagi sih, kayak pas si adik-kakak nyasar ke gedung utama dari JP pertama yang udah abandoned, dan lain lainnya lagi.

Dan MASIH BANYAK lagi easter eggs dan references yang ada, bisa dicek di video ini


Dan ada teori menarik juga yang dibahas video itu, bisa diliat di sini

Alright, proceed. Karakternya, hmm lumayan memorable. Meskipun keliatan banget ya item putihnya. Yang pertama, si Chris Pratt sebagai Owen. Penakluk raptor, pemimpin raptor, ya pokoknya sang badass lah. Lalu ada Claire, si pacarnya (mantan?) Owen yang merupakan pemimpin (?) Jurassic World. Lalu ada si adik-kakak yang gue lupa namanya, pokoknya ini mereka keponakannya si Claire. Si kakak agak cool gitu, si adek bener bener nerd kalo masalah dinosaurus. Lalu ada orang orang di control room JW yang lumayan mengisi film juga.

Lalu pada sisi hitam, ada si pemimpin InGen yang gue lupa namanya juga. Pokoknya yang meranin itu yang jadi Wilson Fisk di serial Netflix Daredevil. Ada juga si Masrani atau siapa itu, si investor (sorta) yang merupakan penerus John Hammond. Ada juga Dr. Wu, si pencipta semua dinosaurus yang ada di JW. Ehm, kalo si Masrani sama Dr. Wu ini nggak bener bener jahat sih. Cuma kurang memandang ke depan aja (ngomong apasih dar elah)

Kalo dinosaurusnya, ada macem macem. Yang memorable ya si Mosasaurus yang merupakan penyelamat hari, lalu ada para raptor si Owen; Blue, Charlie, Delta, dan Echo. Lalu ada juga si T-Rex. Ada para dinosaurus terbang, Pteranodon dan Dimorphodon yang lumayan bikin repot. Ankylosaurus, Diplodocus (kayaknya sih. Not sure, tho) Apatosaurus (Apatosaurus kok kecil sekali ya) dan Galimimus, dan pastinya si Indominus Rex.

Visual effect, banyak. Hampir semuanya CGI. Katanya sih ada beberapa dinosaurus yang memang pake animatronik kayak JP pertama, biar para aktor bisa bersentuhan langsung. Tapi kayaknya ini buat adegan close up aja sih. Kalo sound effect, standar. Tapi ya musiknya sangat nostalgic. Itu aja.

In short, Jurassic World menyenangkan dan nostalgic. Banyak hole sana sini, tapi amat sangat enjoyable. Banyak easter eggs,  cameo, dan references juga. Kalo lo mau film yang menyenangkan dan menghibur, dan lo udah nonton Fury Road, Jurassic World ini merupakan must watch. Apalagi kalo lo mau ikut trip down the memory lane, dan mau nostalgia, tonton ini. Dan disarankan, tonton IMAX biar lebih buang duit menggelegar

Overall, Jurassic World, 8/10. Fun and nostalgic.

(Sumpah deh ya gue pengen banget Jurassic World ini beneran ada. Gue bakal nabung sedemikian rupa biar bisa ke sini. Well, tapi di masa masa sebelum ada Indominus breakout sih.)

-----EDIT (19/6/15)-----
Well, pada akhir film JW, gue ditinggalin gitu aja dengan perasaan puzzled. Tapi, worry no more, gue sudah meng-uncover beberapa hal yang tersembunyi dan tidak masuk akal, dan menjadikannya "sedikit" masuk akal:
  • Zara's death was actually an accident. Mosasaur di JW nggak makan manusia harusnya, that explains why the Mosasaur Feeding's audience are safe. Tapi waktu itu Zara lagi dibawa sama Pterodactyl (or Pteranodon, whatever you call it) which is its prey, jadi ya kemakan.
  • Si adik yang karakter utama itu autis. That explains the countings and the obsession with dinosaurs. 
  • At the end, si T-Rex nggak makan Blue karena si T-Rex nggak menganggap Blue sebagai threat. Beside, si Blue itu ada di bawah dia dalam food chain jadi ya bukan ancaman. 
  • I-Rex bisa muncul dimana mana tanpa kedengeran itu karena dia half-raptor, jadi light-feet. 
Yang masih aneh cuma; kenapa cerita tentang perceraian ortunya si adik kakak itu ilang gitu aja.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Yes. Any comments are acceptable. Except ads. No ads. NO FUCKIN ADS.